Inilah Tips Membuat Kata Kata Promosi Yang Menarik Perhatian Pelanggan Untuk Membeli

kata kata promosi

Inilah Tips Membuat Kata Kata Promosi Yang Menarik Perhatian Pelanggan Untuk Membeli

1. Ngertiin audiens dan sesuaikan dengan individu bisnis Anda

Dalam mengawali sesuatu itu, saya seringkali mulai dengan membina pondasi yang kuat.

Ibaratnya membina sebuah gedung, urusan yang tergolong sangat sulit dan memerlukan waktu yang sangat lama ialah membangun pondasinya.

Tapi sekali pondasinya telah jadi, tanpa disadari gedung itu udah punya belasan lantai.

Begitu pun dengan kiat copywriting ini.

Hal yang kesatu kali mesti dikuasai ialah memahami dan memahami audience.

“Siapa sih yang akan pakai produk atau jasa dari bisnis saya?”

“Seperti apa sosok customer saya ya?”

“Kira – kira apa yang mereka suka?”

Pertanyaan – pertanyaan laksana ini usahakan muncul supaya dapat mengetahui para audiens.

Setelah paham, saatnya Anda memakai pendekatan yang cocok dengan jati diri audiens tersebut.

Nah, terakhir dalam poin ini ialah menyesuaikan dengan jati diri bisnis kita sendiri.

Iya! Bagi membuat ucapan-ucapan promosi yang tepat itu, bisnis Anda mesti punya kepribadiannya sendiri juga.

Atau contohnya bisnis kita punya audiens orang tua berumur 35-50 tahun yang beberapa besar tersebut kalem, perlu ketenangan, cinta damai, dan sebagainya.

Tapi Anda justeru menggunakan jati diri brand yang gaul, pokoknya bertentangan dengan jati diri audience tersebut.

Kan gak nyambung jadinya.

Itulah mengapa Anda gak boleh lupa guna menilai buyer persona dalam bisnis kita masing-masing.

2. Kalau telah punya jati diri … TERUS KONSISTEN!

Setelah menemukan jati diri brand yang sesuai dengan konsumen, maka saatnya menjaga hal tersebut.

Setiap ucapan-ucapan promosi yang Anda bikin harus cocok dengan individu bisnis yang telah ditentukan.

Gak hanya itu, pesan yang Anda ucapkan lewat brand Anda pun termasuk!

3. Fokus dengan Anda, Kamu, Lu, Ente, Situ, Lo …

Kalau Anda inginkan mendapatkan perhatian dan dirasakan penting oleh audiens, maka utamakanlah kepentingan audiens terlebih dulu.

Posisikan audiens di (hampir) setiap ucapan-ucapan promosi yang kita buat.

Bukan mengenai ‘gua, saya, kita, kami’ namun buatlah seakan-akan Anda sedang berkata langsung dengan audiens tersebut.

Audiens atau customer tersebut pada dasarnya gak peduli dengan bisnis Anda.

Mereka hanya peduli dengan kepentingan mereka sendiri dan apa untungnya bikin mereka.

4. Tulis ucapan-ucapan secara personal

Seperti yang saya bilang sebelumnya, masih dan selalu bersangkutan dengan audiens.

Setiap promosi tersebut harus diciptakan seolah-olah melulu untuk 1 orang.

Jadi orang yang baca pun akan merasa bila bisnis Anda tersebut memang tertuju bikin dia sendiri.

Kalau kata Judika tersebut “Bukan Dia Tapi Aku” …

Tapi, bila Anda mau unik perhatian audiens, maka buatlah “Bukan kalian namun kamu”.

Gini deh biar gampang, bila Anda sebagai orang awam lebih pilih yang mana:

“Kami memasarkan berbagai ragam makanan ringan. Dijamin lengkap!”
“Pernahkah anda mencicipi makanan enteng ini? Terbuat dari ‘karet’ dan hanya dapat ditemukan disini!”

Makanan enteng apaan tuh yang tercipta dari karet? Hahaha.

Mungkin dengan kalimat kesatu tersebut dapat 2 orang pengunjung; 1 orang sebab pecinta makanan ringan, yang 1 lagi sebab gak sengaja klik, sisanya yang menyaksikan gak peduli sama promosi itu sama sekali.

Berbeda dengan kalimat kedua yang melibatkan seluruh pembacanya secara langsung, dimana bakal memperbesar bisa jadi audiens untuk mengerjakan engagement. (like, share, komentar, retweet, dll.)

5. Lebih baik hindari ucapan-ucapan yang membosankan

Apa sih seringkali kata-kata yang menjemukan itu?

Gratis? Dijamin? Murah? Lengkap? Order sekarang? Pesan sekarang? Diskon? Bonus? Terpercaya? Teruji? Baru?

Atau apapun yang telah mainstream dipakai tidak sedikit pelaku bisnis lainnya.

Bahkan toko pembohong pun tidak jarang menggunakan ucapan-ucapan tersebut.

Mungkin … sejumlah kata itu masih tergolong efektif, contohnya gratis. (gak terdapat yang gak suka gratisan) 😆

Tapi bakal menjadi lebih baik bila Anda dapat mengubah ucapan-ucapan membosankan tersebut, menjadi sesuatu yang ‘terdengar’ baru dan ekslusif.

Gak usah nemuin yang benar-benar baru, hanya yang ‘kedengerannya’ aja.

Contohnya kata ‘baru’ yang diganti dengan ‘fresh from the oven’.

Tips: Penggunaan ucapan-ucapan tersebut gak dilarang, yang penting tidak boleh sampai mengisi seluruh promosi Anda.

6. Setiap promosi yang kita lakukan tersebut berharga, jangan diciptakan sembarangan

Salah satu misal kalimat promosi yang sembarangan tersebut seperti:

Menggunakan singkatan
Gak menyimak pemakaian huruf besar kecil
Terlalu tidak sedikit emote dan simbol
Gak tau faedah tanda baca, dan kekeliruan dasar lainnya.

Permudah audiens untuk memahami apa yang inginkan Anda sampaikan.

Intinya ialah Anda mesti menyimak susunan promosi, biar yang baca juga dapat menikmati.

7. Boleh promosi ulang, tapi tidak boleh dengan kata-katanya

Ketika Anda inginkan mempromosikan produk yang sama (benar-benar sama), maka kita boleh mengulang promosi tersebut, dengan kriteria kita merubah teknik penyampaiannya.

Jangan hanya modal copy-paste!

Anda hanya menjatuhkan bisnis kita aja bila kaya gitu, justeru keliatan kaya gak niat jualan.

Ibaratnya kita lagi ke Tanah Abang atau ke Mangga Dua, terus sepanjang jalan, kita diteriakin, “Boleh mas”, “Boleh mbak kemejanya”, “Boleh om makannya”, “Bolehhhh….”

Apa gak eneg lu dengerinnya? 😆

8. Gunakan headline

Balik lagi ke kisah Budiman di mula artikel.

Sekarang Budiman telah punya ilmu dasar buat kata-kata promosi yang tepat dan langsung mempraktekkan untuk bisnisnya.

Tapi sayangnya, masih paling sedikit orang yang tertarik dengan promosinya di Facebook.

Bahkan gak terdapat yang benar-benar menghasilkan penjualan.

Setelah diselidiki lagi, ternyata Budiman lupa membubuhkan headline yang powerful pada masing-masing promosinya.

Salah satu solusinya ialah dengan headline yang menarik, paling menarik.

Berdasarkan keterangan dari penelitian yang dilaksanakan oleh Nielsen Group, orang-orang seringkali hanya menyimak 11 kata kesatu dari sebuah kalimat.

Dan dari 11 kata itu menilai apakah orang-orang bakal lanjut baca, atau berhenti gitu aja.

Jadi … telah tau kan apa pentingnya headline bikin promosi Anda?

9. Libatkan emosi audience

Berdasarkan keterangan dari Coschedule.com:

46% orang yang sedang di social media tersebut melakukan pembelian dari brand yang menggambarkan gaya hidup mereka sehari – hari. Dan 21% orang menuliskan hal yang sama (bukan followers di social media).
46% orang mengerjakan pembelian sebab brand yang dia ikuti tersebut memberikan perasaan positif (kegembiraan, kesenangan, sukacita). Dan sejumlah 20% orang pun setuju (bukan followers di social media).

Jadi kesimpulannya merupakan:

Orang-orang yang mengekor brand kita di sosial media (followers), lebih banyak kemungkinannya untuk mengerjakan pembelian menurut perasaan mereka terhadap brand kita sendiri.

Tugas kita dalam membuat ucapan-ucapan promosi yang tepat ialah menarik perhatian pelanggan lewat headline dan dapat melibatkan emosinya.

4 emosi yang paling menciptakan orang mengerjakan engagement ialah perasaan senang, sedih, fobia dan marah.

Tapi emosi yang menciptakan orang marah tersebut gak sesuai buat Anda semua pebisnis. kita gak inginkan kan brand kita dinilai negatif?

Saya kasih 1 misal headline promosi yang melibatkan emosi pelanggan.

Misalnya saya jual pakaian Muslim guna dewasa.

Tujuan saya promosi ialah agar yang baca (anak muda) tersebut membeli pakaian Muslim yang saya jual, terus mereka kasih untuk orang tuanya.

Headline: “Selagi masih terdapat waktu, mari bahagiakan orang tua kamu. Mau kan lihat mereka tersenyum?”

Disertai potret muka bapak – bapak atau ibu – ibu khas Indonesia yang lagi tersenyum bahagia.

Setelah itu, bikin isi promosinya cocok tips pada tulisan ini.

10. Beda lokasi promosi, lain headline

Jangan memandang sebab headline kita tersebut sudah mantap di Facebook, juga akan mantap di Twitter.

Karakter pemakai Facebook itu bertolak belakang dengan pemakai Twitter, begitu pun dengan sosial media dan lokasi lainnya.

Sekali lagi, aturan membuat ucapan-ucapan promosi yang tepat itu, tidak boleh copy-paste!

11. Gunakan pertanyaan dalam headline

Pertanyaan headline ini mesti lebih dari sebatas pertanyaan biasa.

Sesuai dengan poin kesatu dalam tulisan ini, Anda mesti menyerahkan pertanyaan seputar audiens Anda.

Gak lucu kan bila Anda mengerjakan promosi gunakan headline kaya gini, “Malem ini enaknya santap apa ya? Bingung saya…”.

Terus isi kontennya mengenai Anda berjualan makanan enteng dan lagi ngadain diskon.

3 kata dari saya bila Anda bikin pertanyaan headline kaya gitu = gak nyambung bro! 😆

Pertanyaan yang Anda bikin harus dapat memberikan deviden atau menuntaskan permasalahan audiens.

Contohnya nih bro, saya jualan makanan enteng dan lagi ngadain potongan harga besar-besaran.

Maka headlinenya tidak cukup lebih seperti, “Siapa lagi yang inginkan kripik tempe khas Malang hanya Rp 5,000?”

12. Selalu jelasin deviden dan manfaatnya bikin audiens

Apakah ketika ini Anda memasarkan produk dan brand yang canggih, canggih abis, multifungsi, original, terjamin kualitasnya, unik, dan fitur-fitur dahsyat lainnya?

Atau kita punya brand yang meluangkan produk spektakuler lengkapnya, harganya murah, terjamin aman, respon cepat, serta sejuta keunggulan lainnya?

Tapi setiap ucapan-ucapan promosi yang kita buat tersebut isinya hanya membanggakan fitur dan keunggulan tersebut, terus mengharapkan dapat lebih unik perhatian customer?

Nope!

Cara mainya tidak cukup tepat bila seperti itu.

Sebelum membuat ucapan-ucapan promosi, terdapat baiknya kita memposisikan diri bukan sebagai penjual, namun sebagai konsumen.

Lalu jawab pertanyaan simpel berikut, “APA UNTUNG DAN MANFAATNYA BUAT SAYA?”.

Cara yang tepat gimana dong bro?

Kemas ucapan-ucapan promosi kita dengan cara:

Menonjolkan deviden dan guna yang dapat didapatkan oleh audiens.
Menjelaskan bila produk/brand Anda dapat menyelesaikan persoalan mereka.

Pilih di antara boleh, keduanya malah lebih bagus.

Misalnya kita punya usaha B2B (business to business) yang bergerak dibidang konveksi kaos.

Saat ini Anda dapat memberikan kualitas tinggi dalam urusan pelayanan maupun produk.

Dan yang terpenting keunggulanya yaitu: siapapun yang mau buat kaos di perusahaan Anda tersebut gak perlu terbit modal sama sekali.

Nah …

Daripada Anda menciptakan promosi laksana ini:

“Toko A, pusat konveksi kaos polos dengan harga murah dan berkualitas, percayakan pada kami!”

Lebih baik pakai kata-kata yang laksana ini:

“Anda jago desain dan inginkan punya brand kaos sendiri tanpa ribet? Hubungi kami untuk mengerjakan kerjasama! Modal = Rp 0,-”

Di kalimat promosi yang terakhir, Anda menuntaskan permasalahan audience yakni buka bisnis kaos dengan gampang dan memakai desain mereka sendiri.

Di samping itu, Anda pun memberikan keuntungan bila mereka dapat buka bisnis sendiri dengan modal yang minim, bahkan Rp 0,-

13. Tambahkan gambar bakal jauh lebih efektif!

Berdasarkan keterangan dari penelitian, menyerahkan gambar yang unik perhatian tersebut akan menambah 98% tingkat komentar lebih banyak!

Gak hanya itu, menurut keterangan dari Neonam.com, pemakaian ilustrasi dan artikel akan menyerahkan 323% jauh lebih baik supaya orang mengerjakan suatu arahan.

Jadi bikin Anda yang inginkan lebih unik perhatian pelanggan, silahkan berikan gambar atau ilustrasi yang cocok dengan isi promosinya.

14. Jangan obral janji palsu

Ingat baik-baik poin urgen ini.

Kalau kita gak inginkan kehilangan keyakinan dari audiens yang telah tertarik dengan promo Anda, maka tidak boleh kasih mereka asa palsu.

Saya paham bila Anda mau menyerahkan manfaat, deviden dan penawaran yang terbaik untuk pelanggan.

Tapi pastikan bila setiap kata promosi Anda tersebut harus cocok dengan apa yang diinginkan pelanggan.

Misalnya Anda mengerjakan promosi dengan teknik menawarkan download eBook GRATIS.

Audiens yang menyimak pasti bercita-cita mereka akan dapat eBook tanpa mengeluarkan ongkos seperak pun.

Maka wujudkanlah urusan tersebut!

Gratis untuk orang-orang itu ialah 100% tidak menerbitkan uang (totally free).

Hal ini pun berlaku untuk ucapan-ucapan lainnya seperti; dijamin, garansi, tanpa resiko, tanpa biaya, 100% aman,

Hati-hati bro, anda gak mau membuat kecewa pelanggan 1 orang pun.

15. Berikan perintah dengan jelas (CTA)

Siapa sih yang gak inginkan promosinya di share tidak sedikit orang, dipenuhi like atau komentar manis dari pelanggan? Coba angkat tangan sekarang!

Tuh kan gak terdapat yang angkat tangan.

(Kalau kita beneran angkat tangan, pastikan disekeliling kita lagi gak terdapat orang) 😆

Jadi saya menyimpulkan bila salah satu tujuan mengerjakan promosi ialah agar diketahui oleh tidak sedikit orang dan menciptakan mereka terlibat.

Setuju ya bro? Kalau setuju jajaki angkat tangan.

😆 😆

1 jawaban simpel buat kita yang inginkan mewujudkan tersebut semua: MINTALAH!

Ya! Minta audiens untuk mengerjakan apa yang kita mau, dengan jelas.

Bahkan Twitter sendiri pun menganjurkan kita untuk memakai kata ‘download’ dan ‘retweet’ dalam suatu kampanye (promosi).

Contohnya telah saya berikan pada poin 12 (Hubungi kami) dan poin 13 pada potret Zalora (Klik >)

Buat CTA yang se-natural mungkin

Pernah liat gak sejumlah waktu yang kemudian (sebelum update Facebook), tidak sedikit post dari akun-akun Facebook yang mengerjakan CTA dengan teknik ‘membodohi’ audiensnya?

Dan hadir di news feed kita?

Misalnya mereka mohon audiens untuk mencatat angka 1 di kolom komentar supaya fotonya berubah, atau sebagainya.

Sekarang, CTA yang ‘kejar setoran’ kaya gitu udah gak berlaku bro, terutama di Facebook sejak update ini.

Sederhananya, Anda mesti menciptakan audiens mengerjakan apa yang Andaminta tersebut dengan senang hati, tanpa merasa dibohongi dan ditipu.

Contohnya, anda boleh mengerjakan CTA dengan meminta audiens guna klik share bila mereka setuju

16. Desak audience supaya melakukan sesuatu!

Setelah sekian banyaknya bujuk rayu yang anda buat, sampai-sampai audiens berpikir, “Wah gua bakalan untung nih bila beli produk ini.” Sekarang, buatlah mereka merubah pikirannya menjadi, “Gila! Gua akan rugi bila engga beli produk ini kini juga! KeyBCA mana ini gua inginkan transfer woy!”

Heboh sendiri dah tuh orang karena kelakuan Anda, hahaha.

Jadi gimana caranya supaya Anda bisa buat pelanggan kaya gitu?

Untuk melakukan teknik ini, pastikan bila Andaudah mengekor semua tips yang saya kasih, terutama memberikan deviden langsung untuk audiens.

Maka tugas kita selanjutnya ialah memberikan ‘urgency’ pada ucapan-ucapan promosi Anda.

Audiens yang menyimak harus menikmati rugi bila mereka melewatkan promosi tersebut.

Kita dapat membatasi durasi, kuota, stok produk, dll.

Atau menyerahkan nilai tambah.

Contohnya, “Waktu Anda melulu 20 menit dari kini untuk menemukan BONUS EMAS 5 gram masing-masing pembelian payung cantik! Hubungi kami sekarang!”

Gak kebalik ya tersebut promo? 😆

That’s compelling offer!

17. Hashtag gak boleh berlebihan

Salah satu kelaziman yang masih dilaksanakan oleh tidak sedikit pelaku bisnis online di Indonesia, yakni promosi dengan menyerahkan hashtag sejumlah – banyaknya.

Fitur hashtag (#) ketika ini meluas ke nyaris seluruh sosial media, di mana faedah besarnya ialah sebagai ‘keyword’ supaya mempermudah pemakai untuk menggali suatu topik.

Dan akan paling efektif bila Anda memakai fitur ini dalam promosi di sejumlah sosial media, laksana Twitter dan Instagram.

TAPI …

Akan paling efektif bila melulu Anda tau teknik menggunakan hashtag yang tepat!

Semakin tidak sedikit hashtag tersebut bukan berarti promosi anda semakin baik, tidak sedikit yang komentar dan like.

Berdasarkan keterangan dari Statista, memakai 1-2 hashtag bakal lebih menambah tingkat interaksi audience, ketimbang lebih dari 2 hashtag dalam 1 post di Facebook.

Dalam ucapan-ucapan promosi yang Andabuat di manapun usahakan tidak boleh terlalu tidak sedikit menggunakan hashtag.

Jadi solusinya gimana bro?

Tentukan 1-2 hashtag aja yang relevan dengan isi promosi kita dan yang sangat sering ditelusuri oleh audiens.

Atau, Anda dapat membuat sendiri hashtag khas brand yang kita miliki.

Contohnya akun @infatuation yang membuat hashtag #EEEEEATS.

Sampai ketika ini udah lebih dari 3 juta post di Instagram yang memakai hashtag tersebut.

18. Ajak audiens untuk tercebur langsung dengan teknik yang kreatif

Poin ini dapat jadi sumber gagasan Anda supaya meningkatkan keterlibatan pembaca secara langsung.

Poin utamanya ialah memberikan pertanyaan untuk audiens, atau mohon mereka mengerjakan sesuatu dengan menyerahkan pilihan.

Berikan pertanyaan yang memang kita butuhkan jawaban dari semua audiens.

Bukan sebatas basa-basi atau pemanis laksana di poin 11.

Atau meminta mereka mengerjakan sesuatu yang dapat meningkatkan engagement, seperti, “Retweet bila Anda suka A, love bila Anda lebih menyenangi B.”

Cara laksana ini sesuai buat kita yang memasarkan multi produk atau jasa.

19. Gunakan prinsip KISS

Hindari guna membuat ucapan-ucapan promosi yang terlampau panjang.

K.I.S.S = Keep It Simple, Stupid!

Dengan menyerahkan informasi yang terlampau panjang, bakal memperbesar terjadinya audiens yang males baca.

Kalau katanya KISSmetrics, promosi yang lebih pendek tersebut (kurang lebih 80 karakter) menambah 66% lebih tidak sedikit keterlibatan dari audiens.

Kesimpulannya, Anda mesti memanfaatkan ucapan-ucapan promosi yang sekuat dan seminim mungkin.

20. Percantik promosi dengan penawaran

Gampangnya, bikin Anda yang lagi ngadain diskonan, bagi-bagi voucher, atau penawaran lainnya, dapat Anda tunjukkan kampanye itu dalam ucapan-ucapan promosi yang dibuat.

Untuk jenis penawarannya tersebut terserah kita sendiri.

Namun sebagai bahan referensi, saya berikan sejumlah contoh:

Cuma Subscribe Dapat Diskon Rp 50,000
Diskon 40% untuk Anda yang berulang tahun di bulan Agustus
Penawaran Terbaik tahun 2016: Belanja Rp 250,000 DAPAT 2x LIPAT
Ajak 2 temen lo kini buat ikutan dan dapetin kaos gratis
Mau menemukan diskon 20% guna pembelian anda selanjutnya?
silahkan lanjutin sendiri ya bro …

21. Tunjukkan keunggulan brand Anda

Di poin 12 saya bilang guna selalu menyatakan keuntungan promosi untuk pelanggan.

Tapi di poin ini saya justeru bilang guna menunjukan keunggulan brand, maunya apa sih?

Eiitss …

Maksud saya, pakai kelebihan bisnis dan brand kita sebagai keuntungan untuk audiens.

Kedua poin ini (nomor 12 & 21) saling mendukung, bukan berlawanan.

Lakukan tips promosi ini bila diferensiasi atau USP dari bisnis Anda tersebut kuat dan dapat memberikan deviden yang jelas untuk audiens.

Contoh diatas, Tees Indonesia, menunjukan diferensiasi bisnisnya, namun dikemas dalam promosi cocok poin 12, menyerahkan keuntungan atau menuntaskan masalah audiens.

22. Periksa ulang ucapan-ucapan promosi yang telah dibuat

Seperti yang saya bilang sebelumnya, bahwa masing-masing promosi yang kita lakukan tersebut berharga, jangan diciptakan sembarangan.

Jadi pastikan urusan ini dilaksanakan ya bro, baca ulang sejumlah kali promosi yang bakal disebar.

Mulai dari mengecek susunannya, bahasa, bahkan salah ketik sekalipun.

Meskipun kedengerannya sepele, tapi tidak boleh buat audiens berpikir, “Nih seller nulis aja masih gak becus, gimana inginkan layanin orderan gua?”

23. Sebar promosi di masa-masa yang tepat

Sekarang Anda telah tau gimana metodenya membuat ucapan-ucapan promosi yang tepat.

Dan langsung mempraktekkannya meskipun lagi di jam 2 subuh, di mana semua audiens Anda bisa jadi lagi pada asik mimpi.

Akhirnya promosi kita berujung dengan 0 besar, alias sia-sia.

Maka pastikanlah kita menyebarkan kabar gembira itu di masa-masa yang tepat, di mana audiens lagi aktif di sosial media, atau lagi pegang handphone misalnya.

Kapan bro masa-masa yang tepat?

Gak terdapat jawaban yang tentu bro.

Banyak hal yang menilai laksana industri bisnis atau target market tersebut sendiri.

Yang mesti diperhatikan ialah Anda mesti meneliti sendiri cocok bisnis masing-masing.

24. Soft Selling

Ini ialah bagian yang terpenting dalam berpromosi online.

Semua tips yang terdapat di tulisan ini saya bikin menurut perilaku soft selling.

Emang mengapa harus soft selling?

#1. Orang – orang buka sosial media, soc ial messenger, atau software lainnya tersebut bukan untuk merasakan promosi barang-barang Anda.

Tapi untuk menggali hiburan, ngobrol, senang-senang, tambah wawasan dan pengetahuan.

Anda sebagai pebisnis mesti tau kapan dan dimana promosi yang tepat.

#2. Mengganggu kenyamanan orang lain.

Sekarang bayangin kita lagi sedang di dealer motor, inginkan beli motor baru yang sesuai dengan keperluan Anda.

Tiba-tiba datanglah sales kesatu yang gak berhenti merayu Anda supaya mengeluarkan DP secepatnya.

Dia terkesan ‘memaksa’ Anda guna membeli.

Bahkan bila Anda bilang dipikir-pikir dulu, dia tetap mohon nomor hp Anda supaya dapat terus memaksa Anda sejumlah hari kedepan.

Lalu datanglah sales kedua dengan senyuman ramah.

Sales kedua ini lebih ingin diam, sebab dia mau memperhatikan semua persoalan dan keperluan Anda dalam melakukan pembelian motor.

Setelah itu, dia menyerahkan solusi, menanamkan informasi berfungsi seputar motor, serta menganjurkan motor mana yang paling sesuai dengan keperluan Anda.

Kira-kira kita lebih nyaman dengan sales kesatu atau kedua?

Yang kedua?

Ya, itulah bedanya hard selling dengan soft selling.

Dan masih banyak dalil lainnya “kenapa mesti soft selling”, yang bakal saya kupas dalam 1 tulisan khusus.